Tahapan analisis kualitatif…………

Standar

Analisa kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu carayang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion / kation suatu larutan. Dalam analisa kualitatif ada 2 macam uji/tes yaitu reaksi kering dan reaksi basah. Reaksi kering digunakan untuk zat padat dan reaksi basah digunakan untuk zat-zat dalam larutan. Pada umumnya analisa kualitatif dilakukan dalam bentuk larutan. Secara sistematis, setiap analisa kualitatif dibagi dalam 2 tahap, yaitu :

  1. ANALISA PENDAHULUAN

Awalnya sampel yang akan kita lakukan uji kualitatif sebaiknya kita lakukan beberapa hal berikut ini :

Pertama : kerucutkan masalahnya terlebih dahulu dengan cara mengidentifikasi larutan sampel tersebut dari warna agar kita tak perlu mengetes atau mereaksikan larutan sampel dengan reagen satu per satu.

Kedua : setelah permasalahan kita kerucutkan, kemudian kita lakukan uji organoleptis yang meliputi bentuk, warna, bau, dan rasa secara fisik, tapi WARNING :untuk zat yang berbahaya jangan sekali-kali untuk merasainya karena akan menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Ketiga : lakukanlah uji keasaman larutan sampel dengan cara yang palig mudah adalah dengan menggunakan kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru. INGAT : Kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah dalam suasana asam, dan kertas lakmus merah akan berubah warna menjadi biru dalam suasana basa.

Keempat : lakukanlah uji bentuk kristal dengan menggunakan alat yaitu mikroskop, karena pada uji ini kita akan melihat bentuk kristal apa yang ada di dalam sampel tersebut. Agar kita bisa mengetahui kandungan zat sampel.

Kelima : uji nyala atau flame test. Uji ini berguna agar kita bisa tahu LOGAM apa yang ada di dalam sampel tersebut. Uji ini termasuk uji spesifik, karena hanya logam saja yang memiliki warna nyala api yang menarik untuk dilihat.

Keenam : uji kelarutan. Pada uji kelarutan ini kita bisa menggunakan cairan pelarut apa saja termasuk air karena rata-rata garam bisa larut dalam air, air merupakan senyawa polar dan tidak menutup kemungkinan jika sampel yang kita uji mengandung garam ataupun senyawa polar yang lain.

Ketujuh : uji spesifik. Pada pengujian ini kita mereaksikan sampel yang sedang kita uji dengan reagensia yang ada di laboratorium. Dan pada uji ini akan kita dapatkan suatu perubhan misalnya pengendapan, timbulnya gas atau gelembung, timbulnya bau, dan timbulnya perubahan suhu yang awalnya dingin menjadi panas .

2.ANALISA PEMASTIAN Analisa ini berguna untuk kita dapat memastikan senyawa atau unsur (anion dan kationnya) apa yang ada di dalam sampel tersebut. Analisa ini juga yang akan memastikan semua tahapan uji pendahuluan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Maka kita harus berusaha agar kita tidak salah sedikitpun atau yaaaaaaa sedikit mendekati sempurna dalam melakukan uji pendahuluan agar dalam uji pemastian kita tidak salah atau hasil sampel yang kita uji salah kita identifikasi senyawa atau unsurnya (kation dan anionnya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s